Mentan Amran Sulaiman Tinjau Gudang Bulog Jawa Timur: Perkuat Kedaulatan Pangan dan Martabat Petani
Dalam upaya nyata mewujudkan misi Asta Cita Republik Indonesia menuju kedaulatan pangan nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja di Provinsi Jawa Timur. Kunjungan ini mengusung pesan kuat untuk menghentikan praktik mafia pangan sekaligus mengangkat kembali harkat dan martabat petani sebagai pilar utama kedaulatan bangsa. Rangkaian kegiatan dipusatkan di Kawasan Pergudangan Bumi Maspion, Gresik. Di lokasi tersebut, Menteri Pertanian meninjau langsung kondisi Gudang Sewa yang dikelola oleh Bulog guna memastikan ketersediaan cadangan beras nasional. Pengecekan ini dilakukan secara detail untuk menjamin bahwa distribusi pangan tetap terjaga dengan baik dan tidak terganggu oleh rantai pasok yang tidak sehat. Di sela-sela peninjauan, Andi Amran Sulaiman menyempatkan diri melakukan dialog langsung dengan para pemangku kepentingan. "Alhamdulillah, hari ini kita mencapai stok tertinggi dalam sejarah, yaitu 5,3 juta ton. Berdasarkan data BPS, kesejahteraan petani juga meningkat dengan Nilai Tukar Petani (NTP) tertinggi dalam 33 tahun terakhir," ujar Amran dalam sesi doorstop bersama media. Beliau juga menambahkan bahwa PDB sektor pertanian melonjak hingga 5,7%, angka tertinggi dalam 25 tahun, dengan total produksi mencapai 34,6 juta ton merujuk pada data BPS dan FAO. Ia juga menegaskan bahwa penguatan cadangan pangan harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap petani. Baginya, kedaulatan pangan hanya bisa dicapai jika petani merasa aman dari gangguan mafia yang kerap memainkan harga dan stok di lapangan, "Ada mafia kita harus berantas bersama", ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Unit Kerja (UK) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian lingkup Jawa Timur, perwakilan Bulog, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), para petani setempat, serta stakeholder lain. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi yang solid dalam mengawal program-program strategis Kementerian Pertanian.
Salah satu pejabat yang hadir dalam pendampingan tersebut adalah Sri Suhesti, Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Pemanis dan Serat. Selaku Penanggung Jawab LTT (Luas Tambah Tanam) dengan target 68.087 Hektar Kabupaten Kediri dan 1.382 Hektar untuk Kota Kediri, kehadiran Sri Suhesti menegaskan pentingnya pengawasan intensif terhadap produktivitas lahan di Jawa Timur guna mendukung target swasembada yang dicanangkan pemerintah.
Melalui kunjungan ini, Kementerian Pertanian kembali memberikan sinyal tegas bahwa pengawasan pangan akan dilakukan secara ketat dari hulu hingga ke hilir, memastikan Jawa Timur tetap menjadi lumbung pangan nasional yang tangguh dan berkeadilan.